Lebih Dekat Dengan KB NASIMA

Kelompok Bermain selalu berusaha menjadi rumah  kedua bagi anak-anak. Di KB Nasima  anak-anak dapat bermain dan melakukan berbagai aktivitas dibawah bimbingan para pendidik yang handal dan profesional. Kegitan di KB Nasima melibatkan anak dan guru secara aktif, sehingga  mendapatkan pengalaman yang berharga, bermakna dan menyeluruh.


Bermain adalah bagian hidup yang terpenting dalam kehidupan anak. Kesenangan dan kecintaan anak bermain ini dapat digunakan sebagai kesempatan untuk mempelajari hal-hal yang konkrit sehingga daya cipta, imajinasi dan kreatifitas anak

dapat berkembang. Menurut Vigotsky, bermain dan aktifitas yang bersifat konkrit dapat memberikan momentum alami bagi anak untuk belajar sesuatu yang sesuai dengan tahap perkembangan umurnya (age-appropriate), dan kebutuhan spesifik anak (individual needs). Bermain adalah cara yang paling efektif untuk mematangkan perkembangan anak pada usia pra-sekolah (pre-operational thinking), dan pada masa sekolah dasar (concrete operational thinking), baik di bidang akademik (kognitif), maupun pada aspek fisik dan sosial-emosi.

Memahami teori perkembangan anak adalah penting dalam menyusun program pendidikan, sejak berdirinya, Kelompok Bermain  Nasima telah merancang hal tersebut, dengan terus berinovasi dan berbenah diri agar pembelajaran yang diberikan dapat menerapkan konsep dari DAP (Developmentally Appropriate Practices), karena dalam konsep DAP tersebut memungkinkan para pendidik untuk memperlakukan anak sebagai individu yang utuh (the whole child) dengan melibatkan 4 komponen dasar yang ada pada diri anak yaitu pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), sifat alamiah (dispositions) dan perasaan (feelings). Pikiran, imajinasi, keterampilan, sifat alamiah, dan emosi anak bekerja secara bersamaan dan saling berhubungan. Apabila sistem pembelajaran melibatkan semua aspek secara bersamaan, maka perkembangan intelektual, sosial dan karakter anak dapat terbentuk secara simultan, karena sistem pembelajaran yang sesuai dengan konsep DAP terbukti dapat meningkatkan gairah dan semangat anak-anak untuk belajar.

Salah satu strategi yang diambil oleh Kelompok Bermain, PUD Nasima agar dapat menerapkan konsep DAP ini dengan pembelajaran sistem SENTRA, melaui pendekatan BCCT (Beyond Centre and Circle Time). Melalui sistem Sentra yang dilakukan saat ini, pembelajaran menjadi hal yang sangat menyenangkan, karena selalu memperhatikan keunikan dari masing-masing individu. Sistem sentra juga mengarah pada teori Multiple Intelligence yang dikemukan oleh Howard Gardner, dimana menurutnya tidak ada anak yang bodoh atau pintar. Yang ada, anak yang menonjol dalam salah satu atau beberapa jenis kecerdasan. Hal ini yang semakin mendorong Kelompok Bermain, PUD Nasima untuk memberikan stimulasi atau rangsangan tertentu untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh anak, melalui sentra-sentra yang ada, diantaranya sentra balok, sentra bermain peran, sentra permainan, sentra bahan alam 1(eksperimen), sentra bahan alam 2 (pasir dan air), sentra persiapan abc, sentra persiapan 123, sentra seni 1 (seni lukis dan seni bentuk), sentra seni 2 (seni musik dan gerak) serta sentra nasima.

Hal menarik lain yang ada di Kelompok Bermain, PUD Nasima adalah adanya pembelajaran Bahasa Inggris yang dikemas dalam English with Fun, kegiatan PHBN (Peringatan Hari Besar Nasional), PHBI (Peringatan Hari Besar Islam), dan Kegiatan Insidental, berupa kunjungan/fieldtrip dan pengenalan profesi, semua hal diatas diterapkan dengan harapan agar anak-anak menjadi manusia yang lifelong learners (pembelajar sejati).

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

3480004
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total pengunjung
326
1050
2303
3469343
25685
32786
3480004
Your IP: 54.162.166.214
Server Time: 2017-11-21 12:06:32

Link Sekolah

Dinas Pendidikan Kota Semarang