Mengenal Lebih Dekat SD Nasima

Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah; memberi nama yang baik, mendidik akhlaqnya, mengajari baca tulis Al-qur’an, mengajari berenang dan memanah (keterampilan), dan memberinya rezeki dari sumber yang halal (HR.Hakim). 

Didiklah anakmu, karena mereka akan menghadapi suatu zaman, bukan seperti zamanmu (Al-Hadits). Ketika anak Adam meninggal dunia, maka semua amalnya akan terputus, kecuali tiga hal, yaitu sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang selalu mendoakannya (HR.Bukhari Muslim)

Tiga hadits itu menginspirasi terselenggaranya pendidikan berkualitas di semua unit Sekolah Nasima, termasuk SD Nasima. Sekolah yang beralamat di Jalan Puspanjolo Selatan 53 Semarang ini konsisten dengan pendidikan seutuhnya. Bukan sekedar pengajaran.  Pendidikan di SD Nasima pada prinsipnya adalah pembiasaan dan penguatan karakter peserta didik yang telah diletakkan dasar-dasarnya di TK Nasima sebagai proses pendidikan berkelanjutan di Nasima. Meski begitu peserta didik dari TK-TK manapun tetap bisa masuk ke SD Nasima dan dengan mudah bisa menyesuaikan diri dalam budaya sekolah yang nasionalis agamis khas “Sekolah Merah Putih”.

SD Nasima bervisi membimbing insan Indonesia yang berilmu dan berakhlak al karimah. Nasima merupakan lembaga pembentukan generasi pemimpin atau “lokomotif-lokomotif” bangsa. Untuk mencapai itu pendidikan yang berkualitas diselenggarakan guna menggali dan mengembangkan potensi peserta didik menjadi lebih optimal. SD Nasima konsisten menyiapkan anak didik untuk hidup, berkompetisi, dan berperan pada zamannya.

Full day school sejak kelas satu

SD Nasima menerapkan sistem pembelajaran full day school pada hari Senin s.d. Jumat. Kelas I dan II masuk mulai pukul 06.55 s.d. 14.00 WIB. Kelas III s.d. VI masuk pukul 06.55 s.d. 15.30. Hari Sabtu peserta didik melakukan aktivitas belajar atau kegiatan bebas di rumah masing-masing. Kegiatan harian secara umum adalah rutinitas awal pembelajaran atau rutinitas pagi Nasima, pembelajaran tematik integratif, shalat Zuhur berjamaah dan makan siang bersama, salat Asar berjamaah (khusus kelas III-VI), serta rutinitas jelang pulang.

Sistem pembelajaran full day school diterapkan sejak awal Nasima berdiri sebagai upaya pendidikan karakter sejak dini. Nasima mendidik peserta didiknya untuk menjadi insan Indonesia yang beretos kerja atau berdaya juang tinggi, pembelajar, kreatif, teguh aqidah, disiplin, dan berprestasi. Dengan jam sekolah yang lebih panjang peserta didik dibiasakan belajar tuntas dan berperilaku mulia didampingi para guru. Generasi nasionalis agamis (nasima) dengan etos kerja tinggi tersebut diharapkan menjadi generasi masa depan yang mampu memimpin Indonesia berperan, bersanding, dan bersaing di kehidupan global.

Rutinitas pagi terdiri dari kegiatan ikrar, menghormat bendera, menyanyi “Indonesia Raya”, mujahadah Asmaul Husna, taddarus Al-Qur’an atau hafalan Juz Amma, curah ekspresi (WIFLE – what I feel like expression), motivasi, dan doa awal pelajaran. Wali kelas mendampingi proses ini. Setelah itu pembelajaran dilakukan secara tematik integratif, kreatif, dan menyenangkan. Kurikulumnya menggunakan kurikulum nasional plus ke-Nasima-an, yaitu Baca Tulis Al Qur’an, Bahasa Arab, English Conversation, dan komputer dengan program computertots. Proses pembelajaran tersebut diintegrasi dengan pendidikan agama dan akhlak al karimah, wawasan kebangsaan atau nasionalisme, penerapan teknologi informasi, penguasaan bahasa asing, serta pengenalan lingkungan dan profesi. Selain itu pendekatan dan metode pembelajaran tetap mempertimbangkan karakteristik perkembangan anak-anak. Kelas I dan II yang masih masuk kategori usia dini misalnya, para guru tetap menjadi fasilitator pembelajaran kreatif menyenangkan dengan prinsip belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar. Pembelajaran menarik itu dilengkapi fasilitas yang sangat lengkap, misalnya laboratorium IPA, laboratorium matematika, laboratorium komputer, dan laboratorium bahasa. Bengkel seni rupa, studio musik, dan fasilitas penunjang lain semua tersedia.

Peserta didik beristirahat 2 kali di sela pembelajaran. Istirahat pagi digunakan untuk kegiatan makan bekal dari rumah. Sekolah tidak menyediakan kantin sebagai upaya pembiasaan sikap riyadlah atau mampu menahan diri dengan tidak jajan sembarangan. Selain itu juga membiasakan makan sehat dan hemat dari rumah. Istirahat siang diisi dengan kegiatan shalat Zuhur berjamaah dan makan siang bersama. Pendidikan karakter tak lepas dari kegiatan-kegiatan tersebut. Disiplin waktu shalat, shalat berjamaah, zikir, dan makan bersama dengan tatacara Islami merupakan bagian dari upaya mulia itu. Kegiatan kunjung perpustakaan, bermain, berdiskusi, dan sebagainya juga bisa dilakukan pada jam istirahat.

Mengakhiri kegiatan pendidikan, di sore hari setelah jamaah Asar, peserta didik berkerja bakti membersihkan dan merapikan kelas. Kegiatan conclusion atau kesan pesan menjadi “ritual” menemukan kesimpulan atau manfaat belajar pada hari yang bersangkutan. Menyanyikan lagu wajib nasional atau lagu daerah dilakukan menjelang doa pulang dan salam pamit dengan wali kelas. Sehari penuh kegiatan menyenangkan dan bernilai membuat peserta didik mendapatkan ilmu secara komprehensif. Fasilitas sekolah yang sangat lengkap, kelas nyaman, teman-teman yang ceria, serta guru-guru kreatif dan care membuat peserta didik betah menikmati suasana belajar full day school di Nasima.

Sekolah yang dikepalai Muhson, SPd ini semakin mendapatkan pengakuan dari masyarakat dan pemerintah. Empat kelas paralel di setiap tingkatnya selalu penuh terisi peserta didik sesuai kuota. Prestasi akademik dan nonakademik peserta didik serta sekolah juga terus diraih di berbagai level. Akreditasi A dan Sertifikasi ISO juga telah diterima. Terakhir SD Nasima ditasbihkan sebagai Juara I Sekolah Berkarakter Kebangsaan Provinsi Jawa Tengah. “Kami bersyukur pada Allah atas segala yang dilimpahkan kepada Sekolah Nasima. Syukur itu kami wujudkan dengan terus mengevaluasi diri, komitmen pada visi misi, dan terus berinovasi memajukan diri. Kami siap berperan, bersanding, dan bersaing demi kemajuan pendidikan bangsa, “ kata Muhson dengan nada optimis. (pram)

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

3528737
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total pengunjung
789
2523
17449
3493521
38015
36403
3528737
Your IP: 54.227.51.103
Server Time: 2017-12-17 11:55:45

Link Sekolah

Dinas Pendidikan Kota Semarang