Mba Ita: SMP Nasima Bisa Jadi Contoh Penyelengaran UNBK Sekolah Lain.

Senin (9/5) Wakil Walikota Semarang Ir. Hj. Hevearita Gunaryati Rahayu  meninjau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMP Nasima Semarang. Mba Ita-begitu ia biasa disapa- didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Drs. H. Bunyamin, M. Pd, Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Drs. H. Anang Budi Utomo, M. Pd dan sejumlah anggota DPRPD, serta pejabat Dinas Pendidikan dan Kemenag Kota Semarang. 

Mba Ita menyampaikan bahwa  Pemkot Semarang ingin memastikan kesiapan sekolah-sekolah dalam menyelenggarakan ujian nasional. “Kita tahu akhir-akhir ini banyak terjadi kondisi yang memprihatinkan menjelang dan saat ujian nasional. Namun saya yakin anak-anak di SMP Nasima tidak akan terpengaruh akan hal itu. Karena pembelajaran  di Nasima telah menyiapkan anak-anak  menjadi generasi yang jujur, dan siap menghadapi ujian. Mudah-mudahan sikap positif ini dapat ditularkan ke guru dan anak-anak di sekolah lain” pesan Mba Ita di hadapan guru-guru SMP Nasima.

Ujian Nasional  tingkat SMP di Kota Semarang diikuti oleh 24.606 siswa dari 175  SMP negeri dan swasta. Sebanyak 169 sekolah  menyelenggarakan ujian nasional dengan sistem  Paper Based Test (PBT), sementara enam sekolah lainnya menyelenggarakan sistem UNBK. Sekolah yang menyelenggarakan UNBK yakni SMP Nasima, SMP Semesta, SMP Maria Regina, SMP Bina Bangsa. Stamford,  dan Singapore School.

Kepala SMP Nasima Semarang Dwi Astuti, S. Pd. MM. mengatakan pihaknya   menyelenggarakan UNBK karena memang ingin meneguhkan bahwa Sekolah Nasima berbasis teknologi. Atas saran dan petunjuk Kepala Disdik Kota Semarang kami kemudian mengajukan diri menyelenggarakan UNBK, dan disetujui. 

Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang Drs. Anang Budi Utomo, M. Pd.  saat disinggung tidak  banyaknya sekolah di Kota Semarang yang tidak menyelenggarakan UNBK, mengatakan bahwa salah satu penyebabnya terkait anggaran dan kesiapaan sekolah. “Insya Allah tahun depan kita anggarkan lebih banyak untuk jenjang SMP. Anggaran akan kita perbesar agar sekolah bisa melengkapi sarapa prasanaranya  dan bisa menyelenggarakan UNBK. Kita kemarin baru fokus di jenjang SMA” ungkap Anang.

Salah satu syarat sekolah dapat menyelenggarakan UNBK yakni tersedianya perangkat computer dengan spesifikasi khusus. Jumlahnya juga harus spertiga dari jumlah siswa. Tersedianya server, jaringan internet yang stabil juga wajib dimiliki sekolah. Di samping itu dukungan sumberdaya manusia, kesiapan guru-guru, anak-anak, dan orang tua peserta didik sangat diperlukan.  UNBK di SMP Nasima diikuti oleh 116 siswa dan akan berlangsung hingga (Muslihudin el Hasanudin) 

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

3415940
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total pengunjung
671
1818
2489
3407106
26738
31296
3415940
Your IP: 54.224.230.51
Server Time: 2017-09-25 13:28:36

Link Sekolah

Dinas Pendidikan Kota Semarang