Semangat Berbagi dalam Ibadah Kurban di Sekolah Nasima

Ibadah kurban adalah sunnah muakkadah. Artinya amat dianjurkan bagi orang muslim yang mampu.  Ibadah kurban, seperti halnya ibadah haji, bersifat simbolik. Di dalamnya, terkandung beberapa makna spiritual yang amat dalam.

Pertama, ia merupakan ungkapan rasa syukur kepada Allah Swt. sebagai ungkapan rasa syukur, maka bacaan takbir ketika menyembelih hewan kurban itu, tulis pakar tafsir Abdullah Yusuf Ali, justru lebih penting daripada penyembelihan kurban itu sendiri.

Kedua, kurban adalah ungkapan cinta kasih dan simpatik kepada kaum lemah. Dikatakan demikian, karena ibadah kurabn tidak sama dengan upacara persembahan dalam agama-agama lain. Hewan kurban tidak dibuang di altar pemujaan dan tidak pula dihanyutkan di air sungai. Daging kurban itu justru untuk dinikmati oleh pelaku ibadah kurban itu sendiri dan orang-orang miskin disekitarnya. 

Ketiga, kurban adalah symbol dari kesediaan kita untuk melawan dan mengenyahkan segala sesuatu yang menjauhkan diri kita dari jalan Allah Swt.. Sesuatu itu, bisa berupa harta dan kekayaan kita, kedudukan dan pekerjaan kita, atau apa saja yang membuat kita tak sanggup berkata benar karena itu, kurban dapat pula disebut sebagai symbol dari kemenangan kita melawan hawa nafsu kita sendiri.

Yayasan Pendidikan Islam Nasima  yang menaungi unit  jenjang KB-TK, SD, SMP, dan SMA memanfaatkan monen peringatan Hari Raya Idul Adha untuk memberikan pembelajaran kepada seluruh civitas akademika di Sekolah Nasima.

Keteladanan tentang iman tanpa batas pada Allah Swt yang diterapkan oleh Nabi Ibrahim As dan Nabi Ismail As   ribuan tahun lalu direkonstruksi keluarga besar Sekolah Nasima melalui beragam kegiatan. Kegiatannya antara lain pengumpulan  infak dan tabungan kurban, praktik manasik haji, shalat jamaah Idul Adha, pendistribusian hewan kurban, serta penyembelihan dan pendistribusian daging kurban. Segenap pengurus yayasan, pendidik, dan peserta didik terlibat aktif dalam setiap kegiatan.

 Salah satu makna pembelajaran berkurban adalah pentingnya menabung. Peserta didik Sekolah Nasima melakukan pengumpulan tabungan untuk membeli hewan kurban. Pengumpulan infak dan tabungan kurban dilakukan selama enam minggu, dari tanggal 20 Juli sampai 8 September 2016.

Infak dan tabungan kurban peserta didik KB-TK-SD-SD-SMP-SMA terkumpul Rp. 450.509.700. Selain itu juga ada amanah uang kurban dari H Yusuf Nafi’ (Pendiri dan Anggota Pembina YPI Nasima) dan H Agus Sofwan Hadi (Ketua Pengurus YPI Nasima) sebesar Rp 65.800.000. Jadi total  uang  yang terkumpul mencapai Rp 520.644.700.

Ketua Panitia Kurban Sekolah Nasima Wardoyo SPd, mengatakan  perolehan tabungan kurban anak-anak tahun ini meningkat cukup pesat dari tahun sebelumnya. “Alhamdulilah tabungan yang terkumpul terus meningkat dari tahun ke tahun. Hewan yang kami distribusikan juga semakin banyak Ini menandakan kepercayaan walimurid kepada sekolah terus terjaga. Kami terus melakukan evaluasi dan  perbaikan pelaksanaan kegiatan, mulai lelang sampai pendistribusian, maupun pelaporannya” ungkap Wardoyo.

Dari infak dan tabungan kurban yang terkumpul panitia mewujudkannya menjadi hewan kurban berupa sapi 6 ekor dan kambing sejumlah 180 ekor. Selain itu panitia juga menerima titipan hewan kurban dari walimurid, sehingga total hewan kurban yang didistribusikan 6 sapi dan 186 kambing.

Hewan-hewan kurban itu diserahkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan melalui masjid, mushola, pondok pesantren atau panti asuhan di sekitar sekolah dan tempat tinggal keluarga besar Nasima, serta lembaga sosial yang mengajukan permohonan. Kriteria tertentu ditetapkan panitia agar teknis penyerahan hewan kurban berjalan tertib.

 Acara penyerahan hewan kurban dilaksanakan di halaman SD Nasima, Jalan Puspanjolo Selatan 53 pada hari Jumat, 9 September 2016 pukul 08.00-10.00 WIB. Acara dihadiri oleh Ketua Pembina  KH Hanief Ismail Lc, Ketua Pengawas YPI Nasima H. Ragil Wiratno MH, para manajer, para kepala sekolah, panitia, peserta didik yang berkurban, serta perwakilan dari pihak penerima. 

KH. Hanief Ismail Lc dalam sambutannya di hadapan para penerima hewan kurban mengatakan bahwa hewan kurban ini merupakan amanah dari anak-anak dan orang tua murid Sekolah Nasima. Pihaknya berharap agar setelah disembelih nanti dapat didistribusikan kepada pihak-pihak yang berhak dan tepat sasaran.

 

Selain mendistribusikan dalam bentuk hewan hidup, panitia kurban juga mengadakan penyembelihan hewan kurban di Masjid Baitul Alim SMP Nasima dan Masjid Baitul Masykur SMA Nasima seusai salat Idul Adha berupa 2 sapi dan 10 kambing. Panitia bersama anak-anak SMP-SMA Nasima mendistribusikan daging kurban kepada para tukang becak, warga Tawang Mas, warga Kelurahan Krobokan, dan warga kurang mampu lain di wilayah Semarang. Data distribusi selengkapnya bisa dilihat di sini. (din).   

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

3415930
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total pengunjung
661
1818
2479
3407106
26728
31296
3415930
Your IP: 54.224.230.51
Server Time: 2017-09-25 13:26:41

Link Sekolah

Dinas Pendidikan Kota Semarang