Kalau Mau Jadi Masinis Sekolahnya di Mana Bu?

Selasa pagi (25/4) Stasiun Tawang tampak riuh. Puluhan anak-anak mengenakan kaos seragam  merah putih  yang terbagi dalam kelompok-kelompok kecil berjalan beriringan   memasuki plasa stasiun. Tingkah mereka lucu penuh selidik ke sana kemari. Ada yang melihat-lihat bentuk unik bangunan, mesin  chek in  mandiri, loket penjualan tiket, ada juga yang kemudian duduk-duduk di ruang tunggu.

Mereka adalah anak-anak TK Nasima Semarang yang sedang  mengikuti kegiatan pengenalan lingkungan dan profesi di stasiun kereta api Tawang. Kegiatan tersebut diikuti oleh 80 anak TKB dan TKA serta sepuluh guru pendamping.

Koordinator kegiatan Yossy Feromika mengatakan bahwa kegiatan ini adalah program pengenalan lingkungan dan profesi. yang laksanakan secara rutin. Temanya sudah ditentukan. Untuk pengenalan lingkungan dan profesi kali ini  mengambil tema transportasi massal sub tema kereta api.

Lebih lanjut Yossy menjelaskan kegiatan ini  bertujuan memberikan pemahaman  kepada anak-anak tentang perkeretaapian. Mulai dari seluk beluk kereta api,  pekerjaan yang berkaitan dengan kereta api, cara memesan tiket, dan juga tentang etika dalam perjalanan. Mereka juga berkesempatan naik kereta api dari Stasiun Tawang sampai Stasiun Brumbung Mranggen Demak.

“Tertib itu harus dimulai sejak dini, sejak mereka masih di usia dini. Melalui kegiatan ini kami berharap anak-anak akan menyerap banyak hal. Terutama berkaitan dengan bagaimana cara naik kereta api. Mulai dari memesan tiket, budaya antre, sampai belajar adab yang baik di perjalanan” ungkap Yossy.

Sebelum naik kereta api anak-anak mendapatkan penjelasan tentang seputar perkeretaapian dari Ibu Widya Bagian Komersil PT KAI Daops VI Semarang di peron stasiun. Anak-anak dengan antusias mendengarkan dengan seksama penjelasan tersebut.

“Kereta api adalah alat transportasi massal. Artinya alat transportasi yang dapat mengangkut dalam jumlah banyak. Ada dua jenis kereta, yaitu kereta barang dan kereta penumpang. Ada yang sudah pernah naik kereta?” pancing Widya.

“Saya bu. Saya bu!” hampir semua anak-anak antusias mengacungkan jarinya.

“Bu kalau mau jadi masinis syaratnya apa, sekolahnya di mana?” Tanya Hanif  Abqari siswa B2

“Kalau mau jadi masinis syaratnya sekolahnya harus rajin, banyak belajar agar pintar. Nah kalau pintar, selepas kalian lulus SMA atau SMK bisa mendaftar di PT KAI. Nanti jika diterima akan dididik oleh PT KAI menjadi masinis. Sekolahnya sekitar enam bulan. Tempatnya di Jogja” jelas Widya.

Beberapa saat kemudian kereta yang dinanti anak-anak datang.  Mereka tampak heboh dan kegirangan. Dengan tertib anak-anak dibantu petugas dan guru pendamping naik ke gerbong penumpang dan duduk sesuai dengan nomor tempat duduk yang sudah dipesan. Tidak berapa lama kemudian kereta berangkat.

Beberapa menit menikmati perjalanan kereta  api sampai di Stasiun Brumbung. Anak-anak dengan tertib bergegas turun. Petugas stasiun dan guru pendamping juga sigap membantu menurunkan anak-anak. Ah, senangnya jadi anak-anak TK Nasima. Hari itu banyak sekali pengalaman baru  didapat.  (Muslihudin el Hasanudin)

 

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

3482079
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total pengunjung
250
478
4378
3469343
27760
32786
3482079
Your IP: 54.225.36.143
Server Time: 2017-11-24 04:14:43

Link Sekolah

Dinas Pendidikan Kota Semarang