Pesantren Ramadan Diharapkan Menangkal Radikalisme Pelajar

Radikalisme dan terorisme sampai saat ini masih menjadi persoalan bangsa Indonesia yang belum terselesaikan. Rentetan tindak kekerasan atas nama agama, tak sedikit  pula pelakunya yang melibatkan usia remaja atau pelajar.  Fenomena tersebut biasanya berangkat dari pemahaman keagamaan yang tekstual-ekslusif. Pada tataran tertentu pola keberagamaan seperti ini akan memunculkan fanatisme yang mewujud dalam kelompok fundamentalisme yang melahirkan radikalisme.  

Demikian dikatakan oleh Pembina Yayasan Pendidikan Islam  Nasima Prof. Dr. Amin Syukur MA  saat membuka Pesantren Ramadan SMA Nasima Rabu (30/5) di Kampus SMA Nasima Gandanegara Jl. Yos Sudarso Puri Anjasmoro Semarang.

Lebih lanjut Amin Syukur menambahkan bahwa gerakan-gerakan radikal kini sudah menyasar ke lembaga pendidikan, khususnya jenjang sekolah menengah atas. Mereka meyebar melalui kegiatan-kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh sekolah. Tujuannya mempengaruhi pemikirian, pemahaman, para siswa serta merekrut anggota baru untuk memuluskan niatnya mengganti pancasila dengan ideologi mereka.

“Empat pilar bangsa Indonesia yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD, dan NKRI itu sudah final. Kita wajib menjaganya. Karenanya saya berharap  melalui kegiatan pesantren ramadan ini    kita dapat membangun pemahaman, kesadaran, dan kewaspadaan   menangkal sedini mungkin jika nanti gerakan radikal tersebut muncul di sekitar kita” kata Amin Syukur

Kegiatan pesntren ramadan di SMA Nasima rutin digelar tiap tahun. Pesantren Ramadan 1438 H ini akan  berlangsung  sampai Sabtu (10/6) dan   diikuti oleh 136 siswa kelas X dan XI. Selama sebelas hari semua siswa menginap dan melakukan aktivitas full di sekolah.

Ketua Panitia Pesantren Ramadan SMA Nasima Susanto mengatakan bahwa pihaknya membuat kurikulum khusus pesantren Ramadan yang lebih friendly bagi anak-anak.

“Pesantren ramadan kali ini kami lebih banyak menggandeng pihak luar seperti BNN, BPOM, HIPMI, KADIN, dan BNPT/FKPT. Tujuannya tentu untuk memberikan wawasan kelimuan yang lebih luas kepada para siswa.  Materi yang diberikan juga beragam dan lebih menarik. Mulai dari materi pendalaman agama, life skill, etika dan kepribadian muslim, bahaya narkoba,  bahaya radikalimse, semua dikemas dengan menarik dan menggunakan metode dialog interaktif.” ungkap Susanto.

Pesantren Ramadan juga diselenggarakan di semua jenjang unit di bawah Yayasan Pendidikan Islam Nasima dengan rentang waktu pelaksanaan yang hampir sama. Unit SD dilaksanakan  Kampus SD Nasima Jl, Puspanjolo Selatan 53, sedangkan unit SMP diselenggarakan di Kampus SMP Nasima di Jl.Trilomba Juang No 1 Semarang. (Muslihudin el Hasanudin)

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

3482067
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total pengunjung
238
478
4366
3469343
27748
32786
3482067
Your IP: 54.225.36.143
Server Time: 2017-11-24 04:13:29

Link Sekolah

Dinas Pendidikan Kota Semarang