Berkenalan dengan Abimanyu, Peraih 4 Emas Panahan Popda

Wajahnya tenang, lembut, dan takbanyak bicara. Tatapan matanya tajam dan dalam  bak putra Arjuna, pertanda ia  memiliki kelebihan dan potensi  yang tersembunyi  dibanding anak seusianya. Dia adalah Abimanyu  Herman Syahputra, peraih medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah Kota Semarang beberapa waktu lalu.

Tidak tanggung-tanggung putra pasangan Hermanto dan Novi Maryanto ini memborong empat medali emas dari cabang panahan untuk kategori 20 M, 25 M, 30 M, dan beregu. Rekan setimnya Eunice Taqiya juga mendulang prestasi dengan meraih perak di kategori 20 M.

Abimanyu menuturkan ia menggeluti cabang olah raga panahan sejak kelas IV SD. Kecintaanya pada olah raga bergengsu ini semenjak sekolahnya SD Nasima Semarang membuka ekstrakurikuler cabang panahan.

“Sebelumnya tidak tertarik, tapi begitu sekolah membuka ekstra panahan saya kemudian mencobanya. Awalnya hanya latihan di sekolah. Asyik juga ternyata. Kemudian saya dibelikan peralatan sama ayah dan akhirnya ikut klub panahan Teratai Arcery. Itulah awal mulanya” kata siswa yang kini duduk di kelas VI ini.

Ditanya tentang bagaimana ia bisa prestasi  memborong  empat emas dalam Popda baru-baru ini, anak laki-laki  kelahiran Cilegon, 27 Januari 2006 ini  berujar bahwa kuncinya adalah latihan rutin, disiplin yang tinggi, dan konsentrasi.

“Di samping  berlatih di sekolah pada  jam ekstra kurikuler, sepulang sekolah setiap hari Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu pagi saya  rutin latihan di Mako Brimob Simongan. Biasanya sampai jam enam sore. Capek memang, tetapi saya terus bersemangat karena tidak ingin mengecewakan orang tua   yang telah memberikan  fasilitas dan kesempatan kepada saya. Alhamdulillah, kerja keras saya berbuah prestasi” ungkap Abimanyu.

Disamping latihan rutin, Abimanyu juga sering mengikuti kejuaraan yang digelar Persatuan Olahraga Panahan Indonesia (Perpani) di berbagai kota seperti Batam, Bandung, Kebumen, Pati, Jogja dan daerah lainnya.

Ditanya tentang tentang banyaknya waktu yang tersita untuk panahan, anak laki-laki yang  suka bermain bola dan bercita-cita jadi pilot ini tidak khawatir jika hobinya pada cabang olah raga panahan ini akan menggangu waktu belajarnya. Orang tuanya sudah mengatur semuanya.   Mamanya selalu mendampingi dirinya baik  saat latihan maupun belajar di rumah. Jadi baik kegiatan sekolah maupun hobi dua-duanya bisa dilaksanakan, tanpa ada yang dikorbankan.

Kepala Bidang Kesiswaan SD Nasima TY Raharja mengatakan bahwa ide awal membuka ekstrakurikuler cabang panahan karena minimnya atlet panahan di Semarang, terutama di Semarang Barat.

“Kami mengamati ternyata tidak banyak sekolah yang mempunyai ekstra panahan.Ini kan peluang buat SD Nasima untuk mencetak atlet panahan. Akhirnya kami bekerja sama dengan pelatih kemudian mendirikan ekstra panahan. Ini sudah berjalan dua tahun. Yang berminat banyak, kemudian kami seleksi. Sekarang pesertanya sekitar 15 anak. Dan alhamdulillah kini telah berbuah prestasi, Abimanyu dan Taqiya buktinya” pungkas TY. (Muslihudin el Hasanudin) 

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

3726002
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total pengunjung
478
510
2237
3715648
19984
33201
3726002
Your IP: 54.196.42.146
Server Time: 2018-06-20 09:06:22

Link Sekolah

Dinas Pendidikan Kota Semarang