Teliti Pentingnya Kapasitas Manajemen Sekolah, Dwi Sukaningtyas Raih Doktor

Sebuah penelitian yang dilakukan dengan menyasar sekolah-sekolah di Semarang, Magelang, dan Muntilan menyimpulkan bahwa   visi misi  di banyak sekolah tersebut   hanya sekadar ada, namun belum sepenuhnya dimaknai dan menjadi pedoman dalam penyelenggaraan sekolah.

Banyak sekolah yang gagal menyeleraskan dan menyesuiakan program-program sekolah dengan visi-misinya. Visi misi sekolah masih sebatas menjadi pajangan atau slogan yang tidak secara rinci dimaknai dalam aktivitas keseharian. Sementara beberapa lainnya berusaha merinci visi dan misi ke dalam beberapa prioritas program sekolah yang akhirnya menghasilkan keunikan secara terus menerus.

Pahahal  semestinya visi misi sekolah adalah imajinasi moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa datang.  Visi adalah rencana jangka panjang, sedangan misi adalah rencana jangka menengah sebuah lembaga.

Karenanya perlunya strategi dan penguatan kapasitas manajemen sekolah untuk mewujudkan visi misi tersebut. Manajemen  harus mampu memetakan kebutuhan dan situasi, merumuskan program-program, melaksanakan dengan kinerja baik, melakukan control dan evaluasi secara konsisten.  Jika seluruh rangkaian proses ini dijalankan maka akan berimplikasi pada mutu layanan, sehingga visi-misi lembaga yang diharapkan akan terwujud. Seluruh warga sekolah mulai dari guru, karyawan, orang tua peserta didik bahkan siswa sebagai objek dan subjek pendidikan harus dilibatkan dalam mengawal visi misi tersebut.

Demikian antara lain sari penelitian yang mengantarkan Dwi Sukaningtyas meraih gelar doctor administrasi pendidikan pada Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia pada  Senin (2/4). Dwi berhasil mempertahankan desertasinya dihadapan tim penguji yang dipimpin oleh  Prof. Dr. Anna Permanasari M.SI, dengan anggota Prof. Dr. Jam’an Satori MA (Promotor), Prof. H. Udin Syaefuddin Ph.D (Ko Promotor), Prof. Dr. Aan Komariah, M. Pd, Prof. Dr. Sudarwan Danim, dan  Dr. Endang Herawan M.Pd.

Ujian yang dilaksanakan  Lt 5 Kampus Sekolah Pascasarjana UPI Jl. Dr. Setiabudhi Bandung tersebut dihadiri oleh civitas Akademika Sekolah Nasima dan rekan-rekan satu angkatan di Sekolah Pascasarjana. Hadir juga dalam kesempatan tersebut pendiri Nasima H. Yusuf Nafi, Hj. Djumini Setyoadi, Ketua Umum  H. Agus Sofwan hadi, dan beberapa orang pengurus YPI Nasima. 

Dwi Sukaningtyas yang juga merupakan Manajer Pendidikan Sekolah Nasima mengangkat penelitian dengan judul Pengembangan Kapasitas Manajemen Sekolah Sesuai Visi Misi untuk Meningkatkan Mutu Layanan. Dwi mengambil lokasi peneltian di dua sekolah yang berbeda di Kota Semarang yakni SMA Nasima dan SMA Sultan Agung 1.

Penelitian yang dilakukan oleh Dwi Sukaningyas mengunakan  desaian penelitian pengembangan (Reseach and Development). Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat diterapkan di sekolah-sekolah baik negeri atau swasta untuk lebih menguatkan peran kapasitas manajemen sekolah agar lebih terarah, untuk menguatkan komitmen pengembangan sekolah sesuai visi misi yang diharapkan.

Dwi Sukaningtyas menuntaskan pendidikan sarjananya pada Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan di Universitas Negeri Jogjakarta (dulu IKIP Jogyakarta) pada tahun 1997, menamatkan S2 pada Jurusan Administrasi Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia tahun 2005, dan mendapatkan  gelar doktor administrasi pendidikan di Sekolah Pascasarjana UPI pada tahun 2018. Ia  menyelesaikan studinya dalam waktu 3,8 tahun dan mendapatkan IP 3,77 (Sangat Memuaskan). Dwi Sukaningtyas adalah doctor keenam yang dimiliki oleh Yayasan Pendidikan Islam Nasima. (Muslihudin el Hasanudin)

 

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

3724930
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total pengunjung
673
492
1165
3715648
18912
33201
3724930
Your IP: 54.158.30.219
Server Time: 2018-06-18 22:52:23

Link Sekolah

Dinas Pendidikan Kota Semarang