Friday, 03 March 2017 22:32

Siswa TK Nasima Belajar Sains di Jateng Science Centre

Written by 
Rate this item
(0 votes)

Kenzi  tampak kaget saat ujung selang yang ditiupnya tiba-tiba menyembur api yang  cukup besar. Puluhan anak-anak berseragam TK  yang berdiri takjauh darinya  tampak  berteriak kegirangan. Sebagian malah ada yang mendekat karena penasaran ingin tahu apa yang menyebabkan api  bisa menyala.

Ya, hari itu, Sabtu (4/3) anak-anak TK B Nasima tengah belajar sains dengan membuat percobaan sederhana di Jawa Tengah Science Centre (JSC), Balai Sumbing Komplek PRPP Jawa Tengah. Percobaan sains sederhana tersebut dinamakan membuat api naga. Beberapa orang dari tim JSC sibuk menyiapkan bahan-bahan percobaan dan memberikan instruksi.  Anak-anak   tampak  antusias menerima instruksi  dan melaksanakannya.

Tidak hanya membuat api naga, anak-anak juga diajak membuat air mancur sederhana dari soda dan permen, dan menggelembungkan balon tanpa meniup.

Koordinator kunjungan Enn Yulianti, S. Pd. mengatakan bahwa dalam kurikulum pembelajaran di TK Nasima  ada materi pengenalan sains bagi  peserta didik.

“Sains merupakan salah satu   program unggulan  Sekolah Nasima. Karenanya kami mencoba mengenalkan sains sejak dini kepada anak-anak. Salah satunya yakni dengan melakukan kunjungan ke JSC ini” kata Eny.

Setelah melakukan percobaan sains sederhana anak-anak diajak berkeliling melihat dan  mencoba  wahana edukasi di arena JSC. Selanjutnya yang terlihat adalah keriuhan dan kehebohan anak-anak mencoba satu demi satu wahana yang baru pertama kali dilihatnya ini.

Ricky Santoso salah satu Supervisor Wahana Sains JSC mengatakan bahwa wahana edukasi di JSC didesain sedemikian rupa agar pengunjung terutama anak-anak menyukai dunia sains.

“Kami ingin mengajak masyarakat, khususnya anak anak, untuk mengenal lebih dekat dunia sains melalui cara sesederhana   dan menyenangkan.  Konsepnya bermain sambil belajar. Ada 37 wahana edukasi sains yang bisa dicoba disini. Banyak sekali macamnya  harpa tanpa dawai, parabola suara, bola listrik, rumah gempa ada, dan masih banyak lagi” kata Ricky.

Pengetahuan anak-anak tentang sains semakin lengkap karena pada akhir kegiatan diajak   bertanam. Media tanam berupa bibit cabai, tanah, dan polybag kecil telah disiapkan oleh tim JSC. Masing-masing anak mendapat satu bibit cabai untuk ditanam di media tanam berupa tanah dan polybag kecil. Tanaman cabai hasil olah tanam tersebut kemudian dibawa pulang untuk ditanam di rumah masing-masing. (Muslihudin el Hasanudin).

Read 2766 times Last modified on Friday, 03 March 2017 22:37

Berita Terbaru

Statistik Pengunjung

3415963
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Total pengunjung
694
1818
2512
3407106
26761
31296
3415963
Your IP: 54.224.230.51
Server Time: 2017-09-25 13:33:22